Gangguan Pada Sistem Reproduksi Wanita
Kondisi yang mempengaruhi organ reproduksi seperti ovarium , rahim, tuba falopi, vagina, atau vulva. Dampaknya bisa ke siklus haid, kesuburan, hormon, sampai nyeri kronis.
- Gangguan Siklus Haid
- Amenore : Tidak haid sama sekali. Primer = belum pernah haid usia 15 tahun. Sekunder = haid berhenti 3 bulan atau lebih.
- Dismenore : Nyeri haid hebat. Primer = tanpa penyakit lain. Sekunder = karena endometriosis / kista.
- Menoragia : Haid berlebihan > 7 hari atau darah sangat banyak.
- Oligomenore : Haid jarang, siklus > 35 hari.
- Gangguan Hormonal & Ovarium
- PCOS / Sindrom Ovarium Polikistik : Ketidakseimbangan hormon membuat ovulasi jarang, haid tidak teratur, jerawatan, rambut berlebih, susah hamil. Salah satu penyebab infertilitas paling umum.
- Kista Ovarium : Kantung berisi cairan di ovarium. Kebanyakan jinak & hilang sendiri, tapi kalau besar bisa nyeri atau torsi ovarium.
- Menopause dini : Ovarium berhenti fungsi sebelum usia 40 tahun. Menyebabkan haid berhenti dan gejala menopause lebih cepat.
- Gangguan Pada Rahim
- Endometriosis : Jaringan mirip lapisan rahim tumbuh di luar rahim. Gejalanya nyeri haid parah, nyeri saat berhubungan, dan bisa sebabkan infertilitas.
- Adenomiosis : Jaringan endometrium tumbuh ke dalam otot rahim. Membuat haid sakit & darah banyak.
- Miom / Fibroid : Tumor jinak di otot rahim. Sering tanpa gejala, tapi bisa disebabkan nyeri panggul, haid berat, atau menekan kandung kemih.
- Polip Rahim : Benjolan jinak di lapisan rahim. Bisa sebabkan flek di luar haid atau perdarahan setelah menopause.
- Infeksi & Radang
- Penyakit Radang Panggul / PID : Infeksi naik ke rahim, tuba, ovarium. Biasanya dari IMS yang tidak diobati seperti klamidia atau gonore. Bisa sebabkan nyeri kronis & sumbatan tuba.
- Vaginosis Bakterial : Ketidakseimbangan bakteri vagina. Gejala keputihan abu-abu berbau amis.
- Infeksi Jamur : Keputihan kental putih seperti susu, gatal, perih.
- IMS : Klamidia, gonore, herpes, HPV, dll. HPV resiko tinggi bisa memicu kanker serviks.
- Gangguan Lain
- Endometrial Hyperplasia : Penebalan lapisan rahim berlebihan, biasanya karena estrogen tanpa progesteron. Bisa jadi prekanker.
- Kanker Ginekologi : Kanker serviks, ovarium, rahim, vulva, vagina. Kanker serviks paling bisa dicegah dengan vaksin HPV & pap smear rutin.
- Prolaps Organ Panggul : Rahim, kandung kemih, atau rektum turun karena otot dasar panggul lemah, sering setelah melahirkan.
- Infertilitas : Tidak hamil setelah 1 tahun berhubungan rutin tanpa kontrasepsi. Bisa dari faktor ovulasi, tuba, rahim, atau pasangan pria.
Tanda kamu perlu cek ke Dokter : Nyeri haid sampai ganggu aktivitas, perdarahan sangat banyak/berkepanjangan, flek di luar siklus, nyeri saat berhubungan, keputihan berbau/gatal, perut bawah nyeri kronis, atau haid berhenti padahal belum menopause.

Respond For " Gangguan Pada Sistem Reproduksi Wanita "