+62 877 8562 0172
momandbabycaremom.id@gmail.com

Posisi Abnormal Pada Kehamilan

Posisi bayi, plasenta, atau rahim  tidak sesuai yang diharapkan untuk usia kehamilannya. Ini tidak selalu bahaya, tapi butuh pantauan ekstra dari Dokter.

  1. Posisi bayi abnormal

Sungsang/breech : Bokong/kaki di bawah. Normal sampai 32-34 minggu, tapi bila tetap sampai 36 minggu perlu rencana lahiran khusus.

Letak lintang/transverse : Badan bayi melintang, kepala di sisi kanan/kiri perut. Tidak bayi melintang, kepala di sisi kanan/kiri perut. Tidak bisa lahir normal, hampir pasti caesar. Risikonya : ketuban pecah dini, tali pusat keluar duluan.

Letak serong/oblique : Antara lintang dan sungsang, posisi miring.

Posisi wajah/muka : Dagu bayi yang paling rendah bukan ubun-ubun. Lahiran bisa lebih lama & berisiko robekan. Kadang masih bisa normal bila bayi kecil + panggul cukup.

Posisi oksiput posterior : Punggung bayi menempel ke punggung ibu. Ini “ sunny side up “. Biasanya lahiran lebih sakit di pinggang, lebih lama, sering minta SC. Banyak bayi muter sendiri pas kontraksi.

  1. Posisi plasenta abnormal

Plasenta previa : Plasenta menutup sebagian/penuh jalan lahir. Ciri : pendarahan tanpa rasa sakit di trimester 2-3. Tidak bisa lahiran normal, harus caesar. Harus istirahat total bila ada flek.

Solusio plasenta : Plasenta lepas sebelum waktunya. Ciri : perut keras, nyeri hebat, perdarahan, janin gerak berkurang. Ini gawat darurat, langsung ke RS.

Plasenta akreta : Plasenta tumbuh terlalu dalam ke dinding rahim. Risiko pendarahan hebat pasca melahirkan.

  1. Posisi rahim/abnormal lain

Retroversi/retrofleksi : Rahim menghadap ke belakang, bukan ke depan. 20% wanita begitu dari lahir. Awal hamil bisa susah USG, sering BAK, tapi biasanya rahim muter sendiri ke depan di usia 14-16 minggu. 

Kehamilan ektopik : Janin tumbuh di luar rahim, paling sering di tuba. Ini gawat darurat. Ciri : nyeri perut bawah 1 sisi + pendarahan + pusing. Harus ditangani cepat.

Tanda bila harus langsung ke Dokter/RS

Hubungi Dokter sekarang kalau ada : 

  • Perdarahan dari jalan lahir, apapun jumlahnya.
  • Air ketuban merembes/pecah sebelum 37 minggu
  • Perut kencang terus, nyeri hebat, nggak hilang
  • Gerakan janin tiba-tiba berkubang <10x dalam 2 jam setelah makan
  • Pusing hebat, pandangan kabur, nyeri ulu hati = tanda preeklamsia

Yang bisa kamu lakukan

  1. USG rutin : Dokter bisa deteksi posisi abnormal sejak dini. USG 32 & 36 minggu wajib buat cek posisi bayi + plasenta.
  2. Pantau gerakan janin : Hitung tendangan 10x/2 jam. Bila beda dari biasanya, langsung kontrol.
  3. Ikuti saran Dokter : Bila disuruh bedrest, pakai korset kehamilan, atau batasi aktivitas. Tujuannya jaga kamu & bayi.

Banyak “posisi abnormal” bisa membaik sendiri seiring rahim membesar. Misal rahim retroversi memutar sendiri, pada bayi melintang posisi kepala muter kebawah.

Respond For " Posisi Abnormal Pada Kehamilan "

Open chat
Dapat saya bantu?
Admin Mom's ID
Salam sehat selalu,....

Apa hal yang saya dapat bantu ya Kak,..?